Friday, September 21, 2007

Keinginanku... sebuah refleksi

sering kali kita sebagai manusia pasti memiliki banyak sekali keinginan yang ingin dicapai dalam hidup ini tapi seringkali juga kita sebagai manusia ini tidak dapat meraih semua keinginan itu, apa yang menyebabkan semua keinginan itu tidak dapat kita raih?
apakah karena kita tidak punya kemampuan yang cukup untuk meraihnya? ataukah kita tidak punya cukup keberanian yang bisa kita gunakan untuk meraih semua yang kita inginkan? atau apa? pertanyaan-pertanyaan seperti itu seringkali muncul dalam benak kita, setidaknya tidak tiap hari, tetapi pertanyaan-pertanyaan itu sangat mengganggu pikiran kita yang berdampak pada kehidupan kita. ada keluarga yang menginginkan hidup bahagia dengan berkecukupan dalam segala hal tetapi apa daya ketika semua harga barang dan sembako melonjak naik, ketika semua biaya hidup ini terasa begitu mahal, dan ketika sang kepala keluarga merasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan menjanjikan untuk mencukupi semua kebutuhan dan keinginan anggota keluarga...
saya menulis ini karena saya merasakan hal yang sama dengan yang sebagian besar orang rasakan terhadap suatu hal yang namanya keinginan. saya ingin menulis cerita atau apapun yang bisa dibagikan kepada semua orang tetapi saya merasa tidak mampu untuk melakukannya, saya selalu berpikir apa yang saya mau tulis? untuk apa saya tulis? dan kalo saya menulis, apakah ada orang yang membacanya nanti? saya tidak tahu... saya pernah membaca tulisan seorang senior saya, suatu ketika dia ingin untuk menulis seperti biasanya dia menulis tetapi dia tidak bisa, dia kehilangan semua kekuatannya untuk menulis dengan gaya khasnya menulis tapi tetap juga tidak bisa dan akhirnya dia menulis dengan apa adanya. setelah membaca tulisan dia itu, saya mulai berpikir bahwa terkadang semua keinginan yang ada pada benak kita mulai menjadi beban bagi kita, kenapa kita tidak menjalani hidup ini dengan apa adanya saja? yang penting kita punya cukup makanan untuk dimakan, kita punya rumah yang bisa dipakai berteduh, kita punya pakaian yang menutup tubuh kita dan melindungi kita dari panas dan dingin, dan kalo beruntung kita bisa punya HP sebagai media komunikasi dan kita juga bisa punya motor atau mobil sebagai alat tranportasi, tapi kenapa kita selalu ingin lebih, mungkinkah ini adalah kelemahan manusia yaitu tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki, mungkinkah? jawaban atas pertanyaan ini ada pada diri kita masing-masing.

Wednesday, September 19, 2007

"Untuk Ayah"

Ada ungkapan bahwa anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya sedangkan anak perempuan akan lebih dekat dengan ayahnya. Pernahkah kita menyadari bahwa yang sebenarnya cinta kasih yang diberikan oleh ayah dan ibu kita sama besarnya? mungkin hanya ada sebagian kita yang menyadari itu. saya pun awalnya beroikir demikian, saya lebih mengkhawatirkan ibu saya dan adik perempuan saya akan lebih merasa khawatir terhadap ayah saya ketika belum pulang dari tempat kerjanya. Saya baru-baru ini mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Luther Vandross berjudul "Dance With My Father Again". di lagu itu, sang penyanyi menyampaikan betapa dia sangat mencintai ayahnya.ketika mendengar lagu ini berulang-ulang, tiba-tiba saya ingin sekali kembali pada masa dimana saya masih berada dipangkuan ayah saya, masih ditimang dan dinyanyikan lagu ketika mau tidur, masa di mana saya masih bisa mengajak ayah saya bermain bola bersama dan sebagainya...
Saya mendengar lagu ini pertama kalinya di rumah teman saya, dan dia berkata pada saya, "setiap orang yang mendengar lagu ini hanya akan merasa biasa dan tidak ada yang spesial dari lagu ini karena ayah mereka masih ada, tetapi ketika yang mendengar lagu ini adalah orang yang tidak lagi memiliki ayah pasti dia akan menangis dan dia akan sangat merindukan ayahnya". saya cuma bisa diam dan terus mengikuti alunan nada yang membawa saya pada suatu rasa bahwa saya ingin segera pulang untuk melihat ayah saya dan memastikan bahwa ia baik-baik saja.
Teman-Teman semua, cinta ayah kita kepada kita sangat besar, Semoga TUHAN yang MAha Kuasa Selalu menjaga Setiap Keluar Masuk, Langkah dan Memberkati Ayah Kita Semua. Amin